Dari satu putaran rotasi bumi yang mengelilingi matahari, titik manakah yang paling kamu tunggu?. Aku selalu menunggu saat dimana bumi sudah akan tiba di titik awal nya, disaat bumi ingin memulai lap barunya. Dimana bumi hampir kelelahan memutari apa yang biasa menyinarinya.Tepatnya dimana bumi mencapai titik yang biasa orang sebut sebagai november.
Dari 365 hari yang mengurung hidup kita, hari apakah yang paling kamu tunggu? apakah hari ulang tahunmu, saat kamu bisa merayakan dan bersenang-senang menghitung detik-demi detik yang mendekat menjelang waktu kematian. Apakah hari tahun baru? dimana apa yang terjadi pada hari itu sebenarnya sama saja dengan hari-hari lain, dimana satu berganti dua, dua berganti tiga dan seterusnya. Apakah itu hari raya? dimana kamu tak sabar untuk berpesta pora, bersenang-senang, menikmati semua yang Tuhan berikan pada kita, meskipun sebenarnya pada hari itulah satu-satunya hari dimana kita mensyukuri atau tepatnya menyadari bahwa Ia memang memberi kenikmatan dalam hidup kita.
Bagiku hari yang kutunggu adalah hari ke 11 pada bulan ke 11, terasa dramatik bukan?, aku tak bisa tidur, selalu tak tenang menjelang hari ke 11 itu, bukan karena aku tak sabar ingin merayakan suatu kesenangan di hari itu, tapi karena aku terlalu gugup, cemas bahkan marah. Karena pada hari itu 15 tahun yang lalu, segala-galanya ditentukan, suatu kejadian yang membuat hidupku istimewa, istimewa? ya istimewa, bukankah segala sesuatu yang tidak biasa itu bisa disebut dengan istimewa? saat itulah aku tak bisa mengetahui arti dari satu kata yang amat sederhana? yaitu keluarga. Definisi tentang keluarga yang aku ingat sampai sekarang hanyalah suatu kumpulan manusia yang terdiri dari seorang pria berumur yang disebut ayah yang biasa membaca koran sambil meminum kopi, sementara anggota yang lainnya ibu yang bertugas sebagai pelayan ayah, disaat ayah membaca koran ibu malah sibuk berbelanja ke pasar atau mencuci baju. Sebagai pelengkap terdapat sepasang anak, yang mungkin bernama Ani atau Budi, Ya kesemuanya itu kutahu dari buku bahasa indonesia untuk tingkatan 1 sd, keluarga yang amat ideal bagi siapapun, sudah memenuhi target keluarga berencana keluarga macam itu pun tak pernah diceritakan memiliki masalah apapun.sampai sekarang aku masih percaya apa yang buku itu ceritakan.
Aku tak seperti anak-anak panti lainnya, yang merupakan anak-anak yang menyandang status amat sangat tak beruntung. Sudah miskin tak ada pula orang yang cinta mereka. Aku masih menyimpan harapan . meski kadang terbesit sejenak bahwa orangtuaku tak menginginkan aku, tapi pikiran itu hanyalah sebatas lewat seperti kereta api yang melintas saja, aku amat percaya suatu hari nanti kedua orang tuaku datang. Tepatnya pada tanggal 11 bulan 11, dan itu pulalah yang membuatku amat gugup menjelang tanggal favoritku itu, selalu penasaran dan bertanya seperti apakah ayah ibuku. apakah mereka lebih serasi daripada pasangan selebriti di televisi . karena aku yakin keberadaan ku disini ibaratnya barang titipan, orang tuaku menandatangani semacam kontrak dengan Bu Rahayu, pengurus panti asuhan ini, Bu Rah harus menjagaku hingga batas waktu tertentu, dan karena tanggal perjanjian itu dimulai tanggal 11 november 15 tahun lalu( dimana saat itulah untuk kali pertama aku harus hidup di rumah yatim piatu ini) aku amat yakin, aku akan diserahkan kembali, dijemput tanggal 11 november juga. Ya itu hal-hal yang membuatku gugup menjelang tanggal 11 november.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar